Menyimak tidak sama dengan Mendengar

Salah satu ketrampilan bahasa Ibuku ialah menyimak. Yang menarik dari BAB 1, buku Bahasa Indonesia Tingkat Semenjana Kelas X yang saya baca pada halaman 4, adalah perbedaan yang amat menonjol dari definisi menyimak dan mendengar.

Menurut Kamus Besar Indonesia, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, 2008, mendengar adalah 1 dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga; tidak tuli; 2 menangkap suara (bunyi) dengan telinga; 3 mendapat kabar;  4 telah mendengarkan (dalam resolusi, keputusan, dan sebagainya) mengingat dan sebagainya, memutuskan; 5 menurut; mengindahkan; Sedangkan menyimak adalah 1 mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang; 2 meninjau (memeriksa, mempelajari) dengan teliti.

Dari definisi di atas, saya pun sependapat dengan penjelasan dalam buku tersebut yang mengatakan bahwa menyimak menggunakan indra pendengaran, namun bukan berarti saat mendengar seseorang sudah dikatakan sedang menyimak. Menurut Buku Bahasa Indonesia Kelas X, sesungguhnya proses menyimak tidak sekadar mendengar, tetapi lebih dari itu, yaitu mendengar dengan memusatkan perhatian kepada objek yang disimak. Karena menyimak adalah kegiatan mendengarkan yang disengaja, maka tujuannya tidak lain adalah untuk belajar, mengapresiasi sebuah karya, mendapatkan informasi khusus, memecahkan masalah, atau untuk memahami aspek-aspek sebuah bahasa*.
Poin terakhir inilah yang menjadi fokus penting mengapa saya mulai ingin mencintai Bahasa Ibuku, yakni belajar memahami apa-apa saja yang menjadi bagian dari aspek bahasa tersebut. Aspek-aspek bahasa itu diantaranya adalah unsur-unsur bunyi beserta alat ucapnya (sering dinamai dengan ilmu fonetik dan fonemik), proses pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat dan unsur-unsur kalimat; pembagian kosakata dan hal yang menyangkut makna; makna kata berdasarkan situasi dan konteks pemakaiannya; serta makna budaya yang tercakup dan tersirat dalam suatu pesan, dan sebagainya. Oleh karenanya, untuk memahami itu semua harus dimulai dengan kegiatan menyimak terlebih dahulu.
Ketika saya melakukan pencarian dengan mesin pencari Google, tercatat ada 632.000 situs hasil dari kata kunci Menyimak tersebut. Itu berarti banyaknya halaman situs yang mencantumkan kata menyimak ini. Terlihat dari  10 situs yang berada pada halaman pertama Google, rata-rata mereka membahas tentang apa itu menyimak.

(*Dikutip dari serial buku sekolah elektrik – bse, BAHASA INDONESIA 1, UNTUK SMK/MAK SEMUA PROGRAM KEAHLIAAN, KELAS X, PUSAT PERBUKUAN, Departemen Pendidikan Nasional, 2008)

About these ads

One response to “Menyimak tidak sama dengan Mendengar

  1. Ping-balik: Rangkuman Belajar Menyimak « Menyimak, Membaca, Berbicara, Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s