Karangan Utuh itu bernama ‘Wacana’

Ini adalah pelajaran pertama saya, dari serial buku elektrik yang berjudul “Menyimak Untuk Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, Dan Jeda Yang Lazim/ Baku Dan Yang Tidak“. Menurut buku Bahasa Indonesia SMK/ MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X tersebut, saya akan mempelajari unsur-unsur bunyi dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaannya seperti lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim atau baku serta yang tidak.
Indikator dari pelajaran pertama ini, saya diharapkan dapat menunjukkan reaksi kinetik, misalnya seperti memerhatikan, mencatat, serta mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan penggunaan jeda yang lazim/ baku dan yang terhadap wacana yang ada pada postingan ini, yang akan saya bacakan nanti. Karena mustahil belajar menyimak tanpa teman yang mendampingi, untuk mengatasi masalah ini, teman hidup sepertinya tepat untuk saat ini dijadikan partner belajar. Teman hidup yang saya maksudkan disini adalah kekasih. Paling tidak, lebih baik gila bersama-sama, ketimbang waras sendirian.
Pada halaman dua buku itu, saya mendapatkan kata “Wacana“, berjudul “Apakah Kamu Perokok Pasif?“. Rasa penasaran saya pun muncul seketika, bukan berarti saya ingin cepat-cepat membaca isinya. Tapi melainkan kata “Wacana” tersebut, sedikit bahkan banyak telah membuat saya penasaran. Saya pun langsung membuka Kamus Bahasa Indonesia elektrik, milik Pusat Bahasa Departemen Pendidikan, Jakarta, 2008, yang saya unduh beberapa waktu yang lalu di situs bse, dituliskan pada halaman 1612 bahwa pengertian wacana adalah n 1 ucapan; percakapan; tutur; 2 keseluruhan perkataan atau ucapan yang merupakan suatu kesatuan; 3 satuan bahasa terlengkap, realisasinya tampak pd bentuk karangan utuh, spt novel buku, atau artikel, pd pidato atau khotbah; 4 kemampuan dan prosedur berpikir yg sistematis; 5 pertukaran ide secara verbal;

Berikut tulisan selengkapnya dari Wacana yang saya baca itu;

Wacana

Apakah Kamu Perokok Pasif?

Ayu, teman Sinta, menyalakan rokok setiap ia mendapatkan kesempatan. Ayu melakukannya ketika ia sedang berkumpul bersama teman-temannya pada Jumat malam di sebuah restoran pizza sebelum menonton bareng acara sepak bola mania. Padahal Ayu juga mengajak serta adik laki-laki Sinta.
Melihat kelakuan Ayu, Sinta merasa khawatir terhadap kebiasaan temannya itu. Kebiasaan merokok yang dilakukan Ayu akan memberi dampak kesehatan bagi teman-temannya dan juga dirinya sendiri. Sinta tak yakin Ayu menyadari bahwa kebiasaannya itu bisa sangat berpengaruh serius pada kesehatan orang di sekitarnya.
Setiap orang memahami bahwa rokok atau asap sekunder, terdiri atas dua jenis. Pertama, asap yang dikeluarkan oleh para perokok disebut asap mainstream. Kedua, asap yang mengalir dari batang rokok atau pipa rokok disebut asap sidestream. Kedua asap itu mengandung ribuan senyawa kimia, mulai dari amonia, arsenik, sampai dengan hidrogen sianid. Kebanyakan dari senyawa yang terkandung dalam asap rokok telah terbukti sebagai racun atau sebagai penyebab kanker yang disebut karsinogen.
Beberapa senyawa kimia yang ditemukan dalam asap sekunder berbentuk konsentrasi tinggi. Asap ini ternyata secara signifikan meningkatkan risiko individu terjangkit:

  1. Infeksi pernapasan (seperti bronkritis dan pneuminia).
  2. Asma (asap sekunder adalah faktor yang membawa risiko asma dan dapat memicu serangan pada individu yang telah menderita asma sebelumnya).
  3. Batuk, radang tenggorokan, bersin, dan napas tersendat-sendat.
  4. Kanker.
  5. Sakit jantung.

Jadi, asap sekunder tidak hanya memberi dampak terhadap individu di masa datang, tapi juga dapat menjadi masalah di saat ini, seperti memberi dampak pada performa orang dalam berolahraga atau dapat memengaruhi kekuatan fisik individu yang aktif berolahraga.

Memahami kemungkinan-kemungkinan menghirup asap sekunder tersebut, apa yang dapat kamu lakukan? Apalagi kamu mengetahui siapa saja yang biasa merokok. Mungkin saja yang melakukan adalah kakekmu atau laki-laki yang biasa kamu ajak jalan atau teman kerja. Yang jelas, dirimu merokok atau dirimu sering berada di sekitar orang yang merokok, kamu harus memahami bahwa menghirup asap tembakau rokok tidak baik untuk kesehatan. Meskipun hanya dalam waktu singkat atau sesaat saja, deraan asap itu berdampak langsung tanpa hambatan bagi tubuh kamu.

Jika kamu merokok, cobalah untuk berhenti. Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah karena merokok sifatnya sangat candu. Tapi, sekarang ini sudah banyak program dan orang yang bisa membantu kamu untuk memulai sesuatu yang berani, yaitu menjadi orang yang bebas dari rokok.

Pertimbangkanlah keuntungan-keuntungan yang akan kamu peroleh, seperti kamu akan terlihat, merasa, dan beraroma tubuh lebih baik. Di samping itu, tentu saja tanpa keraguan kamu akan mempunyai uang lebih banyak untuk ditabung atau untuk sekadar jalan-jalan sambil menunjukkan kepada lingkungan bahwa kamu adalah orang yang baru, yang sehat! Mungkin saja dengan mengetahui bahwa kamu melindungi orang-orang di sekitarmu yang kamu cintai dengan berhenti merokok, bisa membantumu memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menendang jauh kebiasaan burukmu itu.

Jika kamu tidak merokok, cobalah dua tindakan berikut.

  1. Ajaklah keluar semua perokok jauh dari orang lain, terutama anak-anak dan wanita yang sedang hamil. Asap rokok akan terus berputar di udara meski beberapa jam setelah rokok dimatikan. Hal ni berarti bila seorang perokok mengisap rokoknya dalam ruangan, orang lain yang ada dalam ruangan tersebut juga ikut menghirupnya. Karena asap dapat melekat pada orang dan juga pakaian, saat perokok kembali ke dalam urangan, ia diharuskan mencuci tangan dan mengganti pakaiannya, terutama sebelum memegang atau memeluk anak-anak.
  2. Jangan pernah membiarkan orang yang bersamamu di dalam mobil merokok. Meskipun membiarkan rokok diarahkan keluar jendela dan mengeluarkan asapnya ke luar, tetap berpengaruh kecil.

Sudah terbukti bahwa perokok pasif sangat membahayakan diri. Jadi, diharapkan para perokok bisa berniat untuk mengambil langkah sederhana, yaitu memilih tempat khusus untuk menyalakan rokoknya. Selain itu, orang yang tak merokok pun harus memiliki pilihan, yaitu bisa menjauh dari orang yang merokok di sekitarnya baik di rumah, sekolah, dan restoran. Peratuan baru tentang aktivitas merokok di tempat umum harus segera diterapkan sehingga orang yang tidak merokok lebih mudah untuk menikmati udara bebas rokok selama hidup.

(Dikutip dari sebuah tulisan di Republika, 28 Oktober 2007, dengan beberapa perubahan)

Setelah membaca artikel di atas, saya dapat menghubungkan pengertian wacana di atas dengan KBI pada poin 3, yaitu satuan bahasa terlengkap, realisasinya tampak pd bentuk karangan utuh, spt novel buku, atau artikel, pd pidato atau khotbah;
Untuk saat ini, jawaban atas pertanyaan saya akan pengertian wacana di atas telah saya pahami maksudnya. Sehingga tidak keliru, apabila saya menuliskan bahwa teman terbaik dalam menulis adalah Kamus Besar Indonesia.

Pesan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, yang saya dapatkan dari Nilna Iqbal, http://sekolah-menulis.com/;

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s